BerandaBerita KomsosPahami dan Nikmati Firman Tuhan, Dengan Pengalaman Hidup Kita

Pahami dan Nikmati Firman Tuhan, Dengan Pengalaman Hidup Kita

Published on

spot_img

Manado – “Kita tentu bisa membaca Firman Allah dari Kejadian sampai Wahyu dengan kepercayaan terhadap benang merah yang menghubungkannya: “Allah mengasihi ciptaan-Nya”, maka akan lebih mudah bagi kita untuk memahami dan menikmati firman Tuhan, menghubungkannya dengan pengalaman hidup kita dan mengalami Allah yang memberi kita makanan rohani setiap hari,”

Hal ini diungkapkan Pemimpin Ibadah, Nuueva Doodoh di ibadah Wilayah Rohani (Wilroh) St Ursula, Paroki St Mikael Perkamil Manado, bertempat pada Keluarga Zachawerus-Paseru, Selasa, tanggal 11 Februari 2025.

Nueva membacakan renungan dari buku Percikan Hati dengan Thema, Allah mengasihi manusia ciptaanNya, terdapat dalam kitab Injil Matius 7:14-23.

Penolakan diri adalah musuh paling besar bagi hidup rohani karena langsung berlawanan dengan suara suci yang memanggil kita sebagai “yang dikasihi”.

“Allah menunjukkan kasih-Nya yang luar biasa kepada manusia yang diciptakan-Nya, Allah menciptakan manusia dan memenuhi segala kebutuhannya yakni makan, minum, teman hidup, sahabat, dengan Allah (rohani),” tutur Nueva.

Lanjutnya, bahkan setelah kejatuhan manusia dalam dosa pun Allah mengutus para nabi sebelum akhirnya mengutus Putra-Nya sendiri untuk membimbing manusia ciptaan-Nya.

“Satu hal yang dikehendaki Allah yakni supaya manusia mengetahui dan memahami dalam hati mereka: “Aku Allahmu sangat mengasihimu,”” ujarnya.

Dikatakannya, salah satu yang menghalangi manusia untuk mengalami kasih Allah ialah situasi terjebak dalam rasa bersalah, perasaan hina dan jijik dengan dirinya sendiri sehingga merasa tak mampu memenuhi hukum dan aturan yang kadang- kadang diterapkan secara berlebihan oleh pemimpin-pemimpin agama yang “buta” dan “munafik”.

“Pemimpin-pemimpin agama tak mampu menangkap hakikat segala hukum: “Allah mengasihi manusia”. Yesus datang sebagai penyempurnaan hukum kasih,” urainya.

Ditambahkannya, kejahatan dalam hati manusia ialah ketidakpercayaan akan kasih Allah dan penolakan manusia terhadap Allah.

“Bukan makanan atau minuman yang menajiskan manusia tetapi niat hati yang jahat yang keluar melalui mulut,” tegasnya.

“Awal dari segala kejahatan dalam hati manusia ialah ketidakpercayaan akan kasih Allah dan penolakan manusia terhadap Allah,” tandasnya.

Ibadah di hadiri 14 orang. (Komsos Wilroh Sta Ursula, Kartini Marintja)

KONTEN POPULER

Latest articles

Menteri Agama Serahkan KMA Kepanitiaan Pesparani Katolik Nasional IV kepada Panitia

Jakarta, 29 September 2026 — Menteri Agama Nasaruddin Umar secara resmi menyerahkan Keputusan Menteri...

Paroki Santo Yohanes Rasul Tahuna Ikuti Peningkatan Kapasitas Team Paroki Nusa Utara

PINELENG – Paroki Santo Yohanes Rasul Tahuna turut ambil bagian dalam kegiatan Peningkatan Kapasitas...

Pemkab Banggai Laut Lepas Kontingen Pesparani Katolik ke-I Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2026

Banggai - Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai Laut secara resmi melepas Kontingen Pesta Paduan Suara...

Paroki Bunda Teresa – GPI Gelar Pelatihan Leadership hingga Pendidikan Seks Anak

Dalam rangka meningkatkan kapasitas kepemimpinan dan keterampilan komunikasi para pendamping serta penggerak pembinaan umat,...

More like this

Menteri Agama Serahkan KMA Kepanitiaan Pesparani Katolik Nasional IV kepada Panitia

Jakarta, 29 September 2026 — Menteri Agama Nasaruddin Umar secara resmi menyerahkan Keputusan Menteri...

Paroki Santo Yohanes Rasul Tahuna Ikuti Peningkatan Kapasitas Team Paroki Nusa Utara

PINELENG – Paroki Santo Yohanes Rasul Tahuna turut ambil bagian dalam kegiatan Peningkatan Kapasitas...

Pemkab Banggai Laut Lepas Kontingen Pesparani Katolik ke-I Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2026

Banggai - Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai Laut secara resmi melepas Kontingen Pesta Paduan Suara...