BerandaRenunganRenungan Harian, Jumat 22 September: Menyertai Sambil Melayani

Renungan Harian, Jumat 22 September: Menyertai Sambil Melayani

Published on

spot_img

Jumat Pekan Biasa XXIV

Bacaan 1 : 1Tim 6:2c-12
Mazmur : Mzm 49:6-10.17-20
Injil : Luk 8:1-3

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:

Yesus berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kedua belas murid menyertai Dia,
dan juga beberapa wannita, yang telah disembuhkan-Nya dari roh-roh jahat serta berbagai macam penyakit, selalu menyertai Dia.  Para wanita itu ialah:
Maria yang disebut Magdalena,
yang telah dibebaskan dari tujuh setan;
Yohana, isteri Khuza, bendahara Herodes,
Susana dan masih banyak lagi yang lain.
Wanita-wanita itu melayani seluruh rombongan dengan harta kekayaan mereka.

Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan

Menyertai Sambil Melayani-Nya
Kehadiran perempuan di antara murid Yesus dalam pelayanan-Nya dinilai berlawanan dengan budaya dan tradisi semasanya. Namun siapakah sebenarnya para wanita ini? Injil mencatat bahwa mereka adalah orang-orang yang telah mengalami belas kasih Allah. Mereka mengalami betapa indahnya diampuni dan dikasihi. Pengalaman itu menjadikan mereka terikat pada Yesus, sang sumber belas kasih.

Para wanita yang menyertai Yesus ini memberikan bagi kita sebuah refleksi yang menarik sebagai orang- orang yang juga mengalami belas kasihan Allah. Meski dalam tradisi setempat peranan mereka sebagai wanita dipandang tidak penting dan kurang diandalkan, namun situasi itu tidak membatasi mereka untuk dengan setia menyertai dan melayani Yesus. Pengalaman mereka bersama Yesus seolah mengatakan bahwa tiada hal terindah yang bisa diberikan kepada Yesus yang telah mengasihi mereka, selain dengan setia menyertai dan melayani-Nya dengan seluruh kekayaannya.
Saudaraku, kita pun adalah orang-orang yang pernah, bahkan hingga saat ini terus mengalami kasih dan pengampunan Allah. Apakah yang dapat kita persembahkan kepada-Nya sebagai tanda bahwa kita pun mengasihi-Nya? Mungkin saja ada banyak halangan bagi kita untuk memberikan diri bagi Dia. Namun kesaksian para wanita dalam Injil ini kiranya menambah keyakinan iman kita.
Tetap setia menyertai dan menjadi pengikut-Nya saja tidaklah cukup. Turut melayani-Nya dengan segenap kekuatan dan pemberian diri adalah bagian kasih yang terindah.

penulis Renungan :

Penulis renungan
                        Pst.Andreas Rumayar, pr

 

 

KONTEN POPULER

Latest articles

Setia dalam Hal-Hal Kecil, Dipercaya dalam Perkara Besar

Dalam kehidupan sehari-hari, manusia sering kali memiliki keinginan untuk melakukan hal-hal besar. Kita bercita-cita...

219 Siswa Katolik Ikuti Bible Camp Siswa XIX Keuskupan Manado

Komsos Manado – Sebanyak 219 peserta ambil bagian dalam kegiatan Bible Camp Siswa (BCS)...

Tingkatkan Kompetensi, Paroki Bunda Teresa GPI Kembali Gelar Pelatihan Pemimpin Ibadah dan Lektor

Paroki Bunda Teresa Calcutta Griya Paniki Indah terus berupaya meningkatkan kapasitas dan kompetensi para...

EMS-Einheit für Anfänger: Ablauf, Nutzen und häufige Fragen beim ersten Probetraining

EMS-Einheit für Anfänger: Ablauf, Nutzen und häufige Fragen beim ersten Probetraining Du willst fit werden,...

More like this

Berdoalah dengan Hati, Bukan dengan Banyak Kata

"Karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu meminta kepada-Nya." (Matius 6:8) Dalam kehidupan...

Bacaan Injil dan Refleksi, 28 Maret 2026

Banyak di antara orang-orang Yahudi yang datang melawat Maria dan yang menyaksikan sendiri apa...

Renungan 26 Februari 2026; Mengetok Pintu Kasih Allah

Masa Prapaskah adalah waktu rahmat ketika Gereja mengajak kita kembali kepada Allah dengan hati...