BerandaRenunganRenungan Harian Katolik 29 November 2024: Tanda

Renungan Harian Katolik 29 November 2024: Tanda

Published on

spot_img

Jumat, 29 November 2024

(Why. 20:1-4.11-15;21:1-2; Luk. 21:29-33); Pekan Biasa XXXIV

Seorang sopir dapat mengetahui situasi jalan yang akan dilaluinya berkat rambu-rambu lalulintas yang dijumpai dalam perjalanan. Demikian pula di tempat umum tak jarang dijumpai tanda-tanda yang dimaksudkan untuk menuntun orang beraktivitas. Dibutuhkan pengertian yang baik terhadap tanda-tanda itu agar keteraturan dapat tercipta. Pengertian yang baik bukan hanya sekedar tahu, tetapi perlu ditindaklanjuti dengan tindakan yang sesuai.

Bacaan Injil hari ini pun berbicara tentang sebuah tanda. Yesus memberikan sebuah perumpamaan tentang pohon ara yang diketahui jika pohon itu telah bertunas, maka musim panas akan segera datang. Perumpamaan ini dimaksudkan Yesus untuk memberikan pengertian kepada para murid bahwa Kerajaan Allah sudah dekat jika tanda-tanda itu telah muncul. Tanda-tanda apakah yang dimaksudkan? Tanda-tanda itu diungkapkan oleh Yesus berupa kekacauan yang dapat membuat orang merasa cemas bahkan mati ketakutan. Perumpamaan Yesus tentang pohon ara tidak dimaksudkan untuk membangkitkan kecemasan kepada para murid, tetapi justru membangkitkan pengharapan akan Yesus Kristus, Sang Tunas, yang tumbuh dan menyelamatkan semua orang.

Orang yang cemas dan bahkan yang sampai mati ketakutan adalah tanda orang yang tidak memiliki pengharapan. Orang yang tidak berpengharapan akan menanggapi setiap tantangan atau situasi sulit dengan keputusasaan. Yesus dalam Injil hari ini senantiasa meneguhkan iman kita semua para pengikut-Nya, bahwa hanya dalam Dialah kita boleh berharap. Seorang beriman perlu mengerti dengan baik bahwa kenyataan hidup kita ini sering diperhadapkan dengan berbagai tantangan bahkan kesulitan. Tantangan dan kesulitan itu bukan menjadi sebuah tanda hilangnya harapan, tetapi justru dapat meneguhkan iman kita bahwa Tuhanlah satu-satunya harapan yang dapat menolong kita. Zaman boleh berlalu demikian pula tantangan dapat silih berganti, tetapi hanya Tuhanlah yang dapat menjadi penolong yang sejati. Dia sendiri bersabda, “Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.” (vp)

Ya Yesus, kuatkanlah pengharapan kami akan Dikau. Amin

KONTEN POPULER

Latest articles

WKRI Bunda Teresa Calcutta GPI Gelar Penyuluhan Hukum Tentang Bullying dan KDRT

Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Cabang Bunda Teresa Calcutta Griya Paniki Indah (GPI) melaksanakan...

KBK Kevikepan Manado Ibadah di Paroki Bunda Teresa Calcutta GPI

Kaum Bapak Katolik (KBK) se-Kevikepan Manado melaksanakan ibadah di Paroki Bunda Teresa Calcutta Griya...

Umat Wilroh Santa Bernadette Keak Rayakan Pesta Pelindung

Banggai – Umat Wilayah Rohani Santa Bernadette Stasi Kerahiman Ilahi Keak merayakan pesta pelindungnya...

BIMAS Katolik Sulawesi Utara Jadi Mitra Strategis dan Tim Assessor Implementasi Renstra Keuskupan Manado

Manado – Bimbingan Masyarakat (BIMAS) Katolik Provinsi Sulawesi Utara aktif terlibat sebagai mitra Tim...

More like this

Bacaan Injil dan Refleksi, 28 Maret 2026

Banyak di antara orang-orang Yahudi yang datang melawat Maria dan yang menyaksikan sendiri apa...

Renungan 26 Februari 2026; Mengetok Pintu Kasih Allah

Masa Prapaskah adalah waktu rahmat ketika Gereja mengajak kita kembali kepada Allah dengan hati...

Renungan 25 Februari 2026; Jangan Menuntut Tanda, Tetapi Bertobatlah

Lukas 11:29-32 Dalam Injil hari ini, Yesus menegur orang banyak yang mengerumuni-Nya. Mereka menghendaki tanda—sesuatu...