BerandaRenunganRenungan Harian Katolik 7 November 2024: Sesat dan Jauh

Renungan Harian Katolik 7 November 2024: Sesat dan Jauh

Published on

spot_img

Kamis 7 November 2024

(Flp.3:3-8a; Luk.15:1-10); Pekan Biasa XXXI

Ada sebuah gambaran yang luar biasa indah dalam Injil hari ini. Kita melihat Yesus yang tidak hanya mengajar, tetapi juga membuka hati-Nya kepada orang-orang yang dipandang hina oleh masyarakat para pemungut cukai dan orang-orang berdosa. Di sini, kita menyaksikan Yesus yang melampaui batasan sosial dan agama untuk menyapa mereka yang dianggap tersesat. Bagaimana respons orang-orang yang merasa dirinya “benar”? Mereka bersungut-sungut, menghakimi, karena Yesus justru membuka diri untuk mereka yang dianggap rendah. Kisah ini memberi kita wawasan mendalam tentang kasih Allah yang tak terbatas, kasih yang tidak membeda-bedakan.

Perumpamaan domba yang hilang dan dirham yang hilang dalam Injil hari ini menekankan betapa besar perhatian Tuhan kepada setiap orang, terutama mereka yang tersesat. Yesus menggambarkan Tuhan sebagai Gembala yang dengan penuh kesabaran mencari satu domba yang hilang, bahkan ketika masih ada sembilan puluh sembilan domba yang aman.

Demikian pula, perempuan yang kehilangan satu dirham mencari dengan sungguh-sungguh hingga menemukannya. Kasih Allah adalah kasih yang aktif mencari, bukan hanya menunggu. Tuhan tidak hanya bersukacita atas orang benar, tetapi terlebih atas mereka yang bertobat dan kembali kepada-Nya, sekecil apa pun mereka di mata dunia.

Injil ini mengajak kita untuk merenungkan bagaimana sikap kita terhadap orang lain, terutama mereka yang dianggap tersesat atau jauh dari Tuhan. Apakah kita juga menghakimi dan menjauh, seperti orang Farisi? Atau, bisakah kita meneladani Yesus yang dengan penuh kasih menerima dan merangkul setiap orang, terutama mereka yang paling membutuhkan? Marilah kita membuka hati untuk turut bersukacita seperti para malaikat di surga atas setiap pertobatan, dan dengan rendah hati menjadi perpanjangan kasih Allah bagi sesama kita, tanpa memandang siapa mereka dan dari mana mereka berasal. (mD)

Ya Yesus, jauhkanlah kami dari sikap angkuh dan merasa diri paling benar. Amin

KONTEN POPULER

Latest articles

Uskup dan Tim Keuskupan Manado hadiri Monitoring dan Evaluasi Program Kerja Kevikepan Tondano-Mitra di Paroki Tataaran.

Uskup dan Tim Keuskupan Manado hadiri Monitoring dan Evaluasi Program Kerja Kevikepan Tondano-Mitra di...

LP3KD Sulut Bentuk Tim Pelatih, Siapkan Kontingen Terbaik untuk Pesparani Nasional 2027

MANADO – Di sela pelaksanaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani...

15 Kabupaten/Kota Kompak, LP3KD Sulut Matangkan Persiapan Pesparani Nasional 2027

MANADO – Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Sulawesi Utara menggelar Rapat...

Lomba Remi dan Jenderal Awali Rangkaian Pesta Pelindung Paroki Bunda Teresa Calcutta – GPI

Rangkaian kegiatan dalam rangka pesta pelindung Paroki Bunda Teresa Calcutta - Griya Paniki Indah...

More like this

Mengandalkan Rahmat Tuhan di Tengah Kelemahan, Pesan Pastor Jacob Adilang dalam Misa Pagi di Guaan

GUAAN, BOLTIM – Sebelum bertolak menuju Kota Manado usai mengikuti rangkaian Konferensi VIII dan...

Berdoalah dengan Hati, Bukan dengan Banyak Kata

"Karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu meminta kepada-Nya." (Matius 6:8) Dalam kehidupan...

Bacaan Injil dan Refleksi, 28 Maret 2026

Banyak di antara orang-orang Yahudi yang datang melawat Maria dan yang menyaksikan sendiri apa...