BerandaRenunganRenungan Harian, Senin, 18 September: Sepatah Kata Yesus

Renungan Harian, Senin, 18 September: Sepatah Kata Yesus

Published on

spot_img

Senin Pekan Biasa XXIV

Bacaan 1 : 1Tim 2:1-8
Mazmur : Mzm 28:2.7.8-9
Bacaan lnjil : Luk 7:1-10 Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:
Pada suatu ketika, setelah mengakhiri pengajaran-Nya kepada orang banyak,
masuklah Yesus ke Kapernaum.Di situ ada seorang perwira yang mempunyai seorang hamba yang amat ia hargai, Hamba itu sedang sakit keras dan hampir mati.
Ketika mendengar tentang Yesus, ia menyuruh beberapa orang tua-tua Yahudi kepada-Nya untuk meminta agar Ia datang dan menyembuhkan hambanya.
Mereka datang kepada Yesus, dan dengan sangat mohon pertolongan-Nya, katanya, “Sudah selayaknya Engkau menolong dia, sebab ia mengasihi bangsa kita,  dan dialah yang menanggung pembangunan rumah ibadat kami.”
Maka pergilah Yesus bersama mereka. Ketika Yesus tidak jauh lagi dari rumahnya, perwira itu menyuruh beberapa sahabatnya untuk mengatakan kepada Yesus, “Tuan, janganlah bersusah-susah, sebab aku merasa tidak layak menerima Tuan dalam rumahku. sebab itu aku juga merasa tidak pantas
datang sendiri mendapatkan Tuan. Tetapi katakanlah sepatah kata saja, maka hambaku itu akan sembuh. Sebab aku pun seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang, ‘Pergi’ maka ia pergi;  atau kepada yang lain, ‘Datanglah!’ maka ia datang; dan jika aku berkata kepada hambaku, ‘Kerjakanlah ini!’ maka ia pun mengerjakannya.” Mendengar itu, heranlah Yesus akan dia. Sambil berpaling kepada orang banyak yang mengikuti-Nya, Ia berkata, “Aku berkata kepadamu: Di Israel pun iman sebesar itu belum pernah Kujumpai.” Setelah orang-orang suruhan itu kembali ke rumah, mereka mendapati hamba yang sakit itu sudah sehat kembali. Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan:

Sesudah mendengar tentang Yesus seorang perwira yang memiliki hamba yang sakit, meminta tua tua Yahudi untuk minta Yesus datang menyembuhkan hambanya. Tampak seperti kurang sopan meminta Yesus datang lewat orang lain, apalagi bukan untuk kepentingannya sendiri. Tetapi Yesus memenuhi permintaannya.
Ketika Yesus mash di perjalanan, perwira itu mengirim utusan dan menerangkan betapa ia merasa tidak layak menemui Yesus, apalagi menerimaNya di rumahnya. Dia hanya butuh sepatah kata dari Yesus dan ia yakin hambanya akan sembuh. Sebagai perwira yang memiliki atasan dan bawahan, ia yakin akan kekuatan kata, sabda apalagi perintah. Dalam kata, sabda dan perintah ada kuasa dan kepercayaan. Dia percaya sungguh akan kuasa yang terkandung dalam kata kata Yesus. Karena itu ia tidak meminta Yesus berkunjung dan menemui si sakit.
Saudaraku, perwira dalam Injil meminta sepatah kata demi kesembuhan hamba yang dihargainya, tetapi ia bahkan tidak mendapatkan satu katapun untuk menyembuhkan hambanya. Sebaliknya ia mendapat banyak kata sebagai pujian akan iman dan kerendahan hatinya. Yesus bersabda Aku berkata kepadamu: di Israel pun iman sebesar itu belum pernah Kujumpai. Si perwira meminta sepatah kata tapi ternyata ketika utusan utusan tiba di rumah tanpa membawa sepatah kata dari Yesus, hamba yang sakit sudah sembuh. Dalam Yesus kuasa membebaskan ada bahkan tanpa kata kata.
Saudaraku, mari beriman seperti si perwira dan mari memberi keyakinan pada kuasa Tuhan Yesus dalam hidup kita. Datanglah kepada Yesus. Berbicaralah sepatah kata kepada Yesus dan Dia akan membebaskan kita dari aneka tantangan kehidupan kita. Karena ia bahkan boleh menyembuhkan tanpa kata. Amin.

KONTEN POPULER

Latest articles

SANTO KAROLUS BORROMEUS: Gembala yang Menghadirkan Kasih Kristus di Tengah Umat

4 November | Peringatan Santo Karolus Borromeus, Uskup Tahuna – Gereja Katolik setiap tanggal 4...

Revitalisasi Berlangsung, Anak-anak TK Katolik Santo Agustinus Tahuna Tetap Semangat Belajar

TAHUNA – Proses pembangunan revitalisasi yang sedang berlangsung tidak menyurutkan semangat anak-anak TK Katolik...

Rally Rosario dan Aneka Lomba Warnai Penutupan Bulan Rosario Paroki Santo Yohanes Rasul Tahuna

TAHUNA – Semangat iman, persaudaraan, dan sukacita umat mewarnai rangkaian kegiatan penutupan Bulan Rosario...

BATAHA SANTIAGO: SANG RAJA MANGANITU YANG MEMILIH MATI DARI PADA TUNDUK KEPADA PENJAJAH

Sejarah, Perjuangan, dan Nilai-Nilai Kepahlawanan Raja Bataha Santiago Tahuna – Bataha Santiago merupakan salah satu...

More like this

Mengandalkan Rahmat Tuhan di Tengah Kelemahan, Pesan Pastor Jacob Adilang dalam Misa Pagi di Guaan

GUAAN, BOLTIM – Sebelum bertolak menuju Kota Manado usai mengikuti rangkaian Konferensi VIII dan...

Berdoalah dengan Hati, Bukan dengan Banyak Kata

"Karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu meminta kepada-Nya." (Matius 6:8) Dalam kehidupan...

Bacaan Injil dan Refleksi, 28 Maret 2026

Banyak di antara orang-orang Yahudi yang datang melawat Maria dan yang menyaksikan sendiri apa...