Renungan Jumat, 03 November: Peluang Berbuat Baik

0
484

PF S. Martinus de Porres, Biarawan
Jumat Pekan Biasa XXX

Bacaan 1:Rom 9:1-5; Mzm 147:12-15.19-20 Injil : Luk 14:1-6

Bacaan Pertama: Rom 9:1-5: Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma:

Saudara-saudara, demi Kristus aku mengatakan kebenaran, aku tidak berdusta.
Suara hatiku turut bersaksi dalam Roh Kudus, bahwa aku sangat berdukacita dan selalu bersedih hati. Bahkan aku rela terkutuk dan terpisah dari Kristus
demi saudara-saudaraku, kaum sebangsaku menurut daging.
Sebab mereka itu adalah orang Israel.
Mereka telah diangkat menjadi anak,
telah menerima kemuliaan dan perjanjian-perjanjian, hukum Taurat, ibadat, dan janji-janji.
Mereka itu keturunan bapa-bapa leluhur,
yang menurunkan Mesias sebagai manusia,
yang mengatasi segala sesuatu.
Dialah Allah yang harus dipuji sampai selama-lamanya. Amin.

Demikianlah sabda Tuhan.

Peluang
Ciptakanlah peluang berbuat baik

 

Mzm 147:12-15.19-20
R:12a:Megahkanlah Tuhan, hai Yerusalem.

*Megahkanlah Tuhan, hai Yerusalem,
pujilah Allahmu, hai Sion! Sebab Ia meneguhkan palang pintu gerbangmu,
dan memberkati anak-anak yang ada padamu.

*Ia memberikan kesejahteraan kepada daerahmu dan mengenyangkan engkau dengan gandum yang terbaik.
Ia menyampaikan perintah-Nya ke bumi;
dengan segera firman-Nya berlari.

*Ia memberitakan firman-Nya kepada Yakub, ketetapan dan hukum-hukum-Nya kepada Israel. Ia tidak berbuat demikian kepada segala bangsa, dan hukum-hukum-Nya tidak mereka kenal.

Bait Pengantar Injil
Yoh 10:27
Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku, sabda Tuhan; Aku mengenal mereka, dan mereka mengikuti Aku.

San
Santo Martin De Poress

Bacaan Injil :Luk 14:1-6
Siapakah yang anak atau lembunya terperosok ke dalam sumur,
tidak segera menariknya ke luar meski pada hari Sabat?

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:

Pada suatu hari Sabat
Yesus datang ke rumah salah seorang pemimpin orang-orang Farisi
untuk makan di situ.
Semua orang yang hadir mengamat-amati Dia dengan saksama.
Tiba-tiba datanglah seorang yang sakit busung air dan berdiri di hadapan Yesus.

Lalu Yesus bertanya kepada para ahli Taurat dan orang-orang Farisi,
“Bolehkah menyembuhkan orang pada hari Sabat atau tidak?”
Tetapi mereka semua diam saja.
Lalu Yesus memegang tangan si sakit itu dan menyembuhkannya,
serta menyuruhnya pergi.

Kemudian Ia berkata kepada mereka,
“Siapakah di antara kalian
yang anak atau lembunya terperosok ke dalam sumur,
tidak segera menarik ke luar,
meskipun pada hari Sabat?”
Mereka tidak sanggup membantah-Nya.

Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan: Peluang Berbuat Baik

Kata orang, zaman sekarang ini susah. Semua harus diusahakan dengan kerja keras. Jika ingin sukses maka tidak boleh hanya duduk dan berpangku tangan saja. Jika ingin hidup maka harus berusaha, jangan menunggu tapi segera buat pilihan berhadapan dengan peluang.

Peluang selalu saja ada. Tetapi persoalannya, sering peluang itu lewat begitu saja karena tidak disadari, atau mungkin terlalu banyak pertimbangan karena takut tantangan dan jebakan. Yesus dalam Injil hari ini mengajarkan kita untuk cermat melihat peluang meski mungkin diselubungi jebakan. Sangat jelas bahwa orang-orang Farisi dan para ahli Taurat ingin menjebak Yesus.

Ada beberapa fakta yang membuktikan hal ini. Saat Yesus makan bersama mereka, tampak semua orang mengamat-amati Yesus. Tiba-tiba di hadapan Yesus dihadirkan orang yang sakit busung air, penyakit yang menyedikan. Bagi Yesus inilah peluang. Peluang untuk berbuat baik, yakni menyembuhkan orang sekaligus menyadarkan orang. Yesus tahu bahwa orang yang sakit itu apapun situasinya pada waktu itu, ia pasti berharap untuk disembuhkan. Maka jadilah demikian. Yesus menyembuhkannya.

Sementara itu, bagi orang-orang lain yang menyaksikan suasana itu, Yesus tahu bahwa mereka butuh disadarkan. “Siapakah diantara kamu yang tidak segera menarik ke luar anaknya atau lembunya kalau terperosok ke dalam sebuah sumur, meskipun pada hari Sabat?” Pertanyaan ini dikemukakan Yesus sebagai penyembuh pikiran-pikiran para penjebakNya. Mereka perlu sadar bahwa penyelamatan jauh lebih luhur nilainya dari pada sekedar menjalankan hukum. Tepatlah yang pernah Yesus katakan bahwa Dia datang bukan untuk meniadakan hukum Taurat, tetapi menyempurnakannya. Yesus berhasil merebut peluang ini: Satu orang disembuhkan, lainnya terdiam membisu karena kebenaran. Jika ada peluang untuk berbuat baik demi menyelamatkan sesama, sekalipun itu mengandung tantangan dan resiko, untuk apa diperdebatkan lagi? Yesus mengajarkan kita bahwa peluang untuk berbuat suatu kebaikan jika dengan segera diambil dan dimanfaatkan justru akan semakin mempertegas eksistensi kita sebagai anak-anak Allah.

Jika zaman ini adalah zaman yang butuh usaha dan kerja keras demi suatu kebahagiaan, maka jangan sia-siakan pelbagai peluang untuk berbuat kebaikan bagi sesama. Peluang itu senantiasa ditawarkan setiap saat. Di sekitar kita ada banyak orang yang butuh bantuan, mereka yang menderita, berdukacita, terlantar, ditolak, disingkirkan, tidak memahami kebenaran. Mungkin sering peluang itu hadir tapi terselubung dengan tantangan yang mengandung resiko dibaliknya. Demi suatu kebaikan dan identitas sebagai anak-anak Allah, janganlah mengabaikannya, rebutlah dengan keberanian imanmu.

Penulis renungan
Pst.Andreas Rumayar, pr

 

Dengarkan versi audio dari renungan harian ini di website Radio Montini pada link gambar berikut ini:

 

Beri Komentar

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda di sini