BerandaRenunganTak Suka Menuntut, Tanda Kerendahan Hati

Tak Suka Menuntut, Tanda Kerendahan Hati

Published on

spot_img

Merenungkan Sabda
Senin, 02 Septermber 2024
Pekan Biasa XXII
(1Kor.2:1-5, Luk.4:16-30)

Ada saja halangan yang bisa menghambat seseorang sampai pada iman kepercayaan yang sungguh-sungguh. Halangan yang umumnya terjadi adalah Pertama, meragukan kapasitas seseorang sebagai yang dipilih oleh Allah. Allah berhak menentukan utusan atau pelayan yang dikehendakinya dari berbagai golongan dan status sosial untuk menyampaikan Kabar baik-Nya. Contoh saja Para nabi ada dari kalangan penggembala, peternak, penggarap kebun. Para murid Yesus dipanggil dari para nelayan, pemungut cukai, tetapi yang juga yang terpelajar, dll. Mereka semua oleh Kuasa Allah dipilih dan diutus untuk menyampaikan Sabda Allah. Yesus menegaskan “Roh Allah ada padaKu untuk menyampaikan Kabar Baik kepada org miskin. Rasul Paulus pun menyatakan bahwa Roh Tuhan yang memberikan hikmat. Roh Allah yg ada pada diri seseoranglah yang perlu dihormati. Menjadi soal ketika orang mulai menelusuri latar belakan dan status sosial mereka. Yesus pun ditolak meskipun mereka mengakui hikmat yang disampaikannya kepada mereka. Hanya karena Dia adalah salah satu diantara mereka. Mereka memandang remeh karena Yesus sama dengan mereka atau tidak lebih dari mereka.

Kedua , menuntut lebih dari seorang Pelayan. Banyak orang yang tidak bisa menerima keberadaan seorang utusan atau pelayan karena dianggap tidak memenuhi harapan dari mereka yang dilayani. Seratus satu macam tuntutan yang perlu dipenuhi oleh soerang utusan atau pelayan sesuai dengan jumlah keinginan dari mereka yang dilayani. Pelayan itu harus kudus, harus pintar bicara, khotbah, harus tahu segala-galanya, harus mengikuti keingingan umatnya, harus dengar kelompok umatnya, harus mengikuti kebiasaan yang sudah lama hidup, dan banyak tuntutan lain. Jika tuntutan-tuntutan itu tidak bisa dipenuhi, lalu kelompok-kelompok umat mulai kecewa, mulai membicarakan kelemahannya atau bahkan sampai pada penolokan. Yesus pun mengalami situasi ini. orang sekampungnya menuntut Dia untuk melakukan segala sesuatu yang telah dibuatNya ditempat lain. Yesus menolak harapan dan tuntutan mereka, karena Dia datang bukan untuk memenuhi keinginan mereka tetapi untuk menyampaikan kabar baik dan keselamatan yang dari Allah. Karena tidak memenuhi tuntutan mereka, maka Yesus dihalau keluar kota untuk dilemparkan ke tebing.

Yesus kemudian menujukkan keadaan hati yang bisa menerima kehadiran Allah dalam hidup seseorang, yakni kesederhanaan hati dan tidak suka menuntut. Yesus mencotohkan sikap ini melalui pengalaman Elia dan Elisa. Elia tidak diutus kepada orang-orang Israel ketika terjadi kelaparan, tetapi Dia diutus kepada seorang janda di Sarfat, di tanah Sidon. Elisa diutus untuk menyembuhkan Naaman, seorang Kusta dari Siria, padahal di Israel banyak orang Kusta. Mereka yang dijumpai oleh Nabi-nabi ini adalah golongan orang-orang kafir bagi Bangsa Israel, tetapi mereka memiliki kerendahan hati dan tulus pada Tuhan dan sesamanya. Mereka memperoleh karunia dari Tuhan.

Karunia Tuhan diberikan kepada mereka yang rendah hati dan tulus kepada sesama. Mereka yang tinggi hati, mudah menolak kehadiran Allah dalam hidup dan meremehkan sesama tidak memperoleh anugerah dari Tuhan. Kita berdoa semoga kita memiliki kerendahan dan kepasrahan kepada Tuhan, maka Karunia Tuhan tercurah atas diri kita. Amin.

AMDG. Pst. Y.Alo.
St. Ignatius, Manado

KONTEN POPULER

Latest articles

Anggota LC Paroki Tahuna Terima Atribut. Pastor Jacob: LC Jadi Panutan di Tengah Umat

Tahuna – Perayaan Ekaristi memperingati Santo Georgius sekaligus penyerahan atribut bagi anggota Legio Christi...

WKRI Bunda Teresa Calcutta GPI Gelar Penyuluhan Hukum Tentang Bullying dan KDRT

Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Cabang Bunda Teresa Calcutta Griya Paniki Indah (GPI) melaksanakan...

KBK Kevikepan Manado Ibadah di Paroki Bunda Teresa Calcutta GPI

Kaum Bapak Katolik (KBK) se-Kevikepan Manado melaksanakan ibadah di Paroki Bunda Teresa Calcutta Griya...

Umat Wilroh Santa Bernadette Keak Rayakan Pesta Pelindung

Banggai – Umat Wilayah Rohani Santa Bernadette Stasi Kerahiman Ilahi Keak merayakan pesta pelindungnya...

More like this

Bacaan Injil dan Refleksi, 28 Maret 2026

Banyak di antara orang-orang Yahudi yang datang melawat Maria dan yang menyaksikan sendiri apa...

Renungan 26 Februari 2026; Mengetok Pintu Kasih Allah

Masa Prapaskah adalah waktu rahmat ketika Gereja mengajak kita kembali kepada Allah dengan hati...

Renungan 25 Februari 2026; Jangan Menuntut Tanda, Tetapi Bertobatlah

Lukas 11:29-32 Dalam Injil hari ini, Yesus menegur orang banyak yang mengerumuni-Nya. Mereka menghendaki tanda—sesuatu...