BerandaRenunganKalau Sesat, Sendiri sajalah!

Kalau Sesat, Sendiri sajalah!

Published on

spot_img

Merenungkan Sabda
Kamis, 23 Mei 2024
Pekan Biasa VII
(Yak.4:13-17, Mrk.9:38-40)

Ada baiknya kalau kita saling medukung, menopang dan menolong jika kita mengusahakan suatu kebaikan atau menodorong seseorang sukses. Tindakan tersebut adalah Tindakan mulia yang juga dianjurkan oleh Yesus. Tetapi yang sering terjadi orang saling bersokongkol dengan hal-hal yang tidak baik dan tidak benar. Untuk mendukung perbuatannya yang tidak baik, biasanya ia mengajak orang lain untuk mendukung hati dan tindakannya yang salah. Orang-orang yang seperti ini cerdik karena bisa membaca orang-orang yang lemah untuk dipengaruhi dan direcoki informasi-informasi yang tidak benar sehingga orang tersebut merasa informasi yang diterima sepihak itulah yang benar. Tindakan saling mempengaruhi untuk menyebarkan informasi yang salah (hoax) adalah tindakan yang menyesatkan. Tetapi orang yang hatinya jahat merasa hal itu adalah baik. Kalau mau sesat, sesatlah sendiri dan janganlah mengajak orang lain.

Yesus kembali menggunakan anak-anak kecil sebagai media pembelajaran bagi para murid. Yesus mengatakan, “Barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil yang percaya ini, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia dibuang ke dalam laut” (42). Berat hukumannya bagi mereka yang suka menyesatkan orang lain. Bisa dibayangkan batu kilangan harus diikatkan dileherhnya dan dibuang ke laut dan tenggelam bersama batu kilangan itu. Anak-anak kecil dapat dipahami secara harfiah sebagai anak-anak kecil yang percaya, namun bisa juga mengacu kepada orang-orang yang kecil imannya. Atau orang yang tidak memiliki pengetahuan yang cukup untuk satu hal dan kemudian dibohongi atau diberi informasi yang tidak benar.

Tentu Yesus mengharapkan dikalangnan para murid-Nya, jika seseorang yang kurang pengatahuan atau imannya belum cukup mendalam maka perlulah dituntun dan dibantu agar sungguh memiliki pengetahuan dan iman yang mendalam. Ia mengingatkan para murid agar kehidupan mereka tidak menjadi batu sandungan. Kepada orang-orang yang memiliki kecenderungan menyesatkan orang, Yesus mengatakan singkirkanlah batu yang membuatmu tersandung, singkirkanlah hal-hal yang membuat dirimu menjadi tersesat. Biasanya orang-orang yang membuat penyesatan bukan dari kalangan orang-orang yang jauh dari agama atau kafir, tetapi orang yang kelihatan saleh, baik, kelihatan manis, tetapi hatinya tidak sebaik apa yang tampak.

Permintaan Yesus kepada para murid kala itu dan juga kepada kita pada hari ini adalah segala hal yang membuat kita terjatuh ke dalam dosa perlu disingkirkan, teristimewa menyesatkan sesama kita. Egoisme, kecenderungan menerapkan harga diri pada diri dan kelompoknya sehingga merasa unggul, mengagungkan prestasi rohani, dan kecongkakan diri haruslah disingkirkan. Kalau kita tidak mau kebaikan, janganlah ajak orang lain untuk seperti kita. Panggilan hidup seorang pengikut Kristus adalah menjadi garam dan terang bagi orang lain. Amin.

AMDG. Pst. Y.A.
St. Ignatius, Manado

KONTEN POPULER

Latest articles

Setia dalam Hal-Hal Kecil, Dipercaya dalam Perkara Besar

Dalam kehidupan sehari-hari, manusia sering kali memiliki keinginan untuk melakukan hal-hal besar. Kita bercita-cita...

219 Siswa Katolik Ikuti Bible Camp Siswa XIX Keuskupan Manado

Komsos Manado – Sebanyak 219 peserta ambil bagian dalam kegiatan Bible Camp Siswa (BCS)...

Tingkatkan Kompetensi, Paroki Bunda Teresa GPI Kembali Gelar Pelatihan Pemimpin Ibadah dan Lektor

Paroki Bunda Teresa Calcutta Griya Paniki Indah terus berupaya meningkatkan kapasitas dan kompetensi para...

EMS-Einheit für Anfänger: Ablauf, Nutzen und häufige Fragen beim ersten Probetraining

EMS-Einheit für Anfänger: Ablauf, Nutzen und häufige Fragen beim ersten Probetraining Du willst fit werden,...

More like this

Berdoalah dengan Hati, Bukan dengan Banyak Kata

"Karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu meminta kepada-Nya." (Matius 6:8) Dalam kehidupan...

Bacaan Injil dan Refleksi, 28 Maret 2026

Banyak di antara orang-orang Yahudi yang datang melawat Maria dan yang menyaksikan sendiri apa...

Renungan 26 Februari 2026; Mengetok Pintu Kasih Allah

Masa Prapaskah adalah waktu rahmat ketika Gereja mengajak kita kembali kepada Allah dengan hati...