Jumat 15 Oktober 2024
(2 Yoh.1:4-9; Luk.17:26-37); Pekan Biasa XXXII
Ketika menyambut kedatangan seorang anak maka ada banyak hal yang dipersiapkan. Tujuannya hanya satu yaitu dapat menyambutnya dengan gembira tanpa ada kekurangan karena telah dipersiapkan sebelumnya. Intinya, yang ada hanyalah sukacita. Bagaimana jika tidak dipersiapkan, mungkin saja akan ada banyak hal yang kurang.
Injil hari ini Yesus memberikan peringatan yang mendalam dan serius tentang akhir zaman, yang datang dalam waktu yang tak terduga. Maka hidup setiap hari adalah bentuk persiapan untuk menghadapinya. Ia mengingatkan kita bahwa kedatangan Anak Manusia akan seperti zaman Nuh dan zaman Lot, di mana orang-orang sibuk dengan kehidupan sehari-hari, makan, minum, kawin, dan berbisnis, tanpa menyadari bahwa bencana sedang mendekat. Peringatan ini sangat relevan bagi kita, karena terkadang dalam kehidupan kita yang sibuk, kita juga bisa kehilangan kesadaran akan hal yang benar-benar penting, yaitu hidup kita yang harus selalu siap di hadapan Tuhan.
Yesus mengajak kita untuk waspada, tidak terikat pada hal-hal duniawi yang bisa mengalihkan perhatian kita dari panggilan Tuhan. Istri Lot adalah contoh yang dipakai Yesus, ketika melarikan diri dari kehancuran Sodom, ia menoleh ke belakang, memikirkan apa yang ia tinggalkan, dan akhirnya menjadi tiang garam. Pesan ini mengingatkan kita agar tidak terikat pada hal-hal material, yang pada akhirnya tidak akan menyelamatkan kita. Tuhan menginginkan hati yang siap, yang selalu mengarahkan pandangan ke depan, pada kehendak dan rencana-Nya, bukan terjebak pada masa lalu atau kesenangan duniawi.
Kita sering terjebak dalam rutinitas yang membuat kita lupa akan tujuan hidup sejati, yaitu hidup kekal bersama Tuhan. Jangan sampai kita menjadi seperti mereka yang di zaman Nuh dan Lot, yang terlalu sibuk dengan urusan dunia sehingga mengabaikan panggilan Tuhan. Setiap hari adalah kesempatan untuk memperbaharui iman kita, untuk hidup dalam kasih dan ketaatan kepada Tuhan. Kita tidak tahu kapan saatnya, tetapi dengan hidup dalam kesetiaan kepada-Nya, kita akan selalu siap menghadapi hari kedatangan-Nya. Mari kita tidak hanya berusaha memelihara hidup duniawi, tetapi terutama hidup rohani kita, karena di situlah kita menemukan keselamatan sejati. (mD)
Ya Yesus, kuatkanlah kami dalam menghadapi perjalanan hidup ini. Amin
