Komisi Liturgi Keuskupan Manado kembali menerbitkan Panduan Doa Rosario Mei 2026 sebagai pegangan bagi umat Katolik dalam menghidupi Bulan Maria sepanjang bulan Mei. Buku pedoman ini mengangkat tema “Rosario untuk Perdamaian (Rosary for Peace)”, sebagai ajakan bagi seluruh umat untuk mendoakan perdamaian dunia di tengah berbagai konflik dan peperangan yang masih terjadi saat ini.
Dalam kata pengantarnya, Komisi Liturgi menegaskan bahwa Doa Rosario bukan sekadar devosi, melainkan refleksi mendalam atas karya keselamatan Allah yang berpuncak pada Yesus Kristus. Bersama Santa Perawan Maria, umat diajak merenungkan perjalanan hidup Kristus sekaligus memohon rahmat perdamaian bagi dunia.
Pedoman Rosario tahun ini juga terinspirasi dari seruan Paus Leo XIV yang mengajak seluruh umat beriman untuk tekun mendoakan Rosario demi perdamaian dunia, baik secara pribadi, dalam keluarga, maupun komunitas umat. Karena itu, setiap peristiwa Rosario dalam buku ini dilengkapi dengan ujud-ujud doa khusus bagi Gereja, para pemimpin bangsa, korban perang, kaum muda, keluarga, para pelayan Gereja, hingga mereka yang mengalami penderitaan dan kehilangan harapan.
Buku panduan ini memuat tata perayaan Rosario untuk seluruh rangkaian peristiwa, yakni Peristiwa Gembira, Sedih, Mulia, dan Terang, lengkap dengan doa pembuka, renungan singkat, ujud doa, lagu-lagu rohani, Litani Santa Perawan Maria, serta doa penutup. Selain itu, umat juga diajak menciptakan suasana doa yang khidmat dan melibatkan seluruh anggota keluarga maupun komunitas dalam pelaksanaan Rosario.
Komisi Liturgi Keuskupan Manado berharap, melalui Doa Rosario selama Bulan Maria ini, umat semakin mendekatkan diri kepada Kristus bersama Bunda Maria serta menjadi pembawa damai dan pengharapan di tengah masyarakat.
Umat di seluruh paroki, stasi, wilayah rohani, dan komunitas basis diimbau untuk menggunakan buku pedoman ini sebagai panduan resmi pelaksanaan Rosario selama Bulan Mei 2026.
