BerandaRenunganBaptisan Yohanes dan Baptisan dalam Roh

Baptisan Yohanes dan Baptisan dalam Roh

Published on

spot_img

Merenungkan Sabda
Senin, 13 Mei 2024
Senin Paskah VII
(Kis.19:1-8, Yoh.16:29-33)

Pintu resmi masuk untuk menjadi pengikut Yesus dan anggota Gereja adalah baptisan. Dengan menerima Sakramen baptis, seseorang secara resmi disebut murid atau pengikut Kristus dan warga gereja. Paulus bertanya kepada beberapa orang di Efesus; “sudahkah kamu menerima Roh Kudus, ketika kamu menjadi percaya?” Mereka menjawab: “belum, bahkan kami belum pernah mendengar bahwa ada Roh Kudus.” Dan kemudian mereka mengatakan bahwa mereka memperoleh baptisan Yohanes. Dari dialog ini ada dua pokok pikiran yang mungkin berguna untuk kita:

(1). Baptisan Yohanes: Inti dari babtisan Yohanes dalam hal ini adalah pertobatan. Itu berarti orang mesti meninggalkan cara hidup lama dan mengenakan cara hidup yang baru. Cara hidup lama ditandai dengan dosa dan kejahatan. Tetapi melalui pertobatan, dosa dan kejahatan harus dihentikan atau dimatikan. Kita harus bertobat atau berubah dari caha hidupa penuh dosa dan kejahatan, lalu berubah untuk menjadi cara hidup penuh berkat dan rahmat Tuhan.

(2). Baptisan Roh Kudus: Ada perbedaan tipis antara baptisan Yohanes dan baptisan Roh Kudus. Fokus dari Baptisan Yohanes adalah pertobatan dari dosa dan kejahatan. Sedangkan baptisan Roh Kudus berfokus pada Yesus. Orang yang menerima baptisan Roh Kudus terarah kepada Yesus. Roh Kudus membawa manusia untuk lebih dekat dan akrab pada Yesus. 

Memang secara ideal orang harus bersih dan membersihkan diri dari perbagai jenis dosa dan kejahatan, agar bisa lebih dekat dan akrab dengan Yesus. Akan tetapi dalam baptisan Roh Kudus, bukan terutama manusia mencari Tuhan, tetapi Tuhan mencari dan mendekati manusia. Manusia sendiri tidak mampu untuk datang kepada Tuhan dan tinggal dekat dan akrab dengan Tuhan. Dosa dan kejahatan manjadi penghalang utama bagi manusia untuk datang mendekati Tuhan. Namun kemurahan dan belas kasih, kerahiman dan kasih sayang Tuhan tidak menghalangi bagi kita untuk bertemu dengan Tuhan. Tuhan datang ke dunia ini bukan untuk mencari orang yang saleh dan benar, tetapi untuk mencari orang yang berdosa dan orang yang “hilang” kerana dosa dan kejahatan.

Intinya, kita yang telah menerima baptisan, terbuka tehadap tuntunan Roh. Tuhan datang kepada kita dan terus mencari kita dalam kondisi apapun. Tetapi kita juga mesti berusah dan berjuang untuk memiliki cara hidup yang baru dengan berusaha menghindari setiap bentuk dosa dan kejahatan dalam diri dan hidup kita. Untuk itulah kita memohon Roh Kudus agar tercurah dalam diri kita sekali lagi pada Hari Raya Pentakosta. Amin.

AMDG. Pst. Y. Alo.
St. Ignatius, Manado

KONTEN POPULER

Latest articles

Umat WR Sta. Lidwina GPI Bantu Masyarakat di Stasi Kima Atas dan Stasi Mapanget Barat

Umat Wilayah Rohani Santa Lidwina, Paroki Bunda Teresa Calcutta Griya Paniki Indah (GPI) mengadakan...

Minggu Panggilan: Saat Umat Diteguhkan untuk Menjawab Suara Sang Gembala

Tahuna – Suasana penuh hikmat mewarnai Perayaan Ekaristi Minggu Paskah IV, yang juga dikenal...

Anggota LC Paroki Tahuna Terima Atribut. Pastor Jacob: LC Jadi Panutan di Tengah Umat

Tahuna – Perayaan Ekaristi memperingati Santo Georgius sekaligus penyerahan atribut bagi anggota Legio Christi...

WKRI Bunda Teresa Calcutta GPI Gelar Penyuluhan Hukum Tentang Bullying dan KDRT

Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Cabang Bunda Teresa Calcutta Griya Paniki Indah (GPI) melaksanakan...

More like this

Bacaan Injil dan Refleksi, 28 Maret 2026

Banyak di antara orang-orang Yahudi yang datang melawat Maria dan yang menyaksikan sendiri apa...

Renungan 26 Februari 2026; Mengetok Pintu Kasih Allah

Masa Prapaskah adalah waktu rahmat ketika Gereja mengajak kita kembali kepada Allah dengan hati...

Renungan 25 Februari 2026; Jangan Menuntut Tanda, Tetapi Bertobatlah

Lukas 11:29-32 Dalam Injil hari ini, Yesus menegur orang banyak yang mengerumuni-Nya. Mereka menghendaki tanda—sesuatu...