BerandaRenunganBerserah Diri, Berlimpah Berkat.

Berserah Diri, Berlimpah Berkat.

Published on

spot_img

Merenungkan Sabda
Selasa, 28 Mei 2024
Pekan Biasa VIII
(1 Ptr.1:10-16, Mrk.10:28-31).

Rumah, saudara-saudari, ibu dan bapa, anak-anak atau ladang adalah symbol milik yang susah dilepaskan karena memberikan rasa nyaman. Kita berada di rumah kita yang nyaman, maka pasti kita tidak mau untuk meninggalkannya atau jauh-jauh dari rumah. Ada orang yang tidak bisa lepas atau jauh dari orang tua dan sanak-saudaranya. Hal-hal yang disebutkan ini adalah symbol kenyamanan. Ini pula alasan-alasan yang kita kemukakan atau yang kita temukan jika seseorang menghindar dari karya pelayanan: “nda ada yang jaga rumah, nda ada yang jaga atau rawat orang tua, dll, dll.”

Petrus pun bertanya, apa imbalannya mereka yang sudah meninggalkan kenyamanan dan mengikuti Yesus. Jawaban thdp pertanyaan ini merupakan jawaban thdp kekawatiran seseorang yg bertanya kepada Yesus bgm memperoleh hidup kekal tetapi tdk mau meninggalkan hartanya (Injil kemari). Untuk itulah Yesus menegaskan bahwa ada berkat berlimpah dan hidup kekal yang akan mereka terima pada masa sekarang dan masa mendatang.

Tuhan menjanjikan berkat abadi bagi mereka yang telah rela meninggalkan kenyamanan dan mengikuti Dia. Bahkan berkat itu akan berlimpah-limpah. Janji Tuhan ini tidak pernah kita rasakan jika kita masih memelihara rasa nyaman kita. Mungkin perlu kita bertanya kepada mereka yang sudah menuruti apa yang Tuhan sarankan (para frater, suster, bruder, imam, biarawan-biarawati). Apakah benar sudah memperoleh berlipat-lipat seperti yang Tuhan Yesus janjikan.

Kalau saya yang ditanya, maka pasti saya akan menjawab “ya”. Jika saya tidak meninggalkan kampung halaman maka lingkungan pergaulanku pasti hanya sebatas keluarga dan teman dekat. Tetapi dengan mengikuti panggilan pelayanan, saya bisa berjumpa dengan banyak orang sebagai saudara, banyak keluarga sebagai keluargaku. Mungkin kalau tidak meniggalkan rumah, saya tidak pernah merasakan tinggal di rumah pastoran yang memiliki 5 lantai atau tidak pernah merasakan naik lift seperti rumah pastoran di Igantius ini. Itulah salah satu contoh berkat Tuhan yang melimpah.

Zona nyaman tidak selalu berupa harta dan keluarga, tetapi juga kehidupan rohani yang tak bertumbuh dan berbuah, yang tidak disertai dengan niat dan tekad untuk berkarya dengan lebih baik lagi bagi Tuhan. Padahal, peluang untuk mengembangkan diri dan melayani selalu terbuka. Kita sudah merasa puas kalau kita sudah berdoa, merayakan ekaristi atau menjalankan hidup sebagai umat beriman biasa. Tuntutan dari seorang pengikut Tuhan adalah bergerak maju; bukan hanya diam menuntut dan menerima pelayanan, tetapi saatnya juga kita perlu bersedia memberi diri dan melayani dalam situasi kita masing-masing. Contoh senderhana perkembangann kita komunitas misa pagi: yang dulunya tidak rela membaca bacaan sekaran sudah bisa tampil. Yang dulunya sulit menyanyi alleluia, sekarang bisa. Yang dulunya sulit merangkai bunga, sekarang sudah bisa dan bahkan mahir. Inilah contoh pergerakan dari menerima pelayanan, waktunya sekarang kita perlu melayani. Amin.

AMDG. Pst.Y.A.
St. Ignatius, Manado

KONTEN POPULER

Latest articles

Minggu Panggilan: Saat Umat Diteguhkan untuk Menjawab Suara Sang Gembala

Tahuna – Suasana penuh hikmat mewarnai Perayaan Ekaristi Minggu Paskah IV, yang juga dikenal...

Anggota LC Paroki Tahuna Terima Atribut. Pastor Jacob: LC Jadi Panutan di Tengah Umat

Tahuna – Perayaan Ekaristi memperingati Santo Georgius sekaligus penyerahan atribut bagi anggota Legio Christi...

WKRI Bunda Teresa Calcutta GPI Gelar Penyuluhan Hukum Tentang Bullying dan KDRT

Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Cabang Bunda Teresa Calcutta Griya Paniki Indah (GPI) melaksanakan...

KBK Kevikepan Manado Ibadah di Paroki Bunda Teresa Calcutta GPI

Kaum Bapak Katolik (KBK) se-Kevikepan Manado melaksanakan ibadah di Paroki Bunda Teresa Calcutta Griya...

More like this

Bacaan Injil dan Refleksi, 28 Maret 2026

Banyak di antara orang-orang Yahudi yang datang melawat Maria dan yang menyaksikan sendiri apa...

Renungan 26 Februari 2026; Mengetok Pintu Kasih Allah

Masa Prapaskah adalah waktu rahmat ketika Gereja mengajak kita kembali kepada Allah dengan hati...

Renungan 25 Februari 2026; Jangan Menuntut Tanda, Tetapi Bertobatlah

Lukas 11:29-32 Dalam Injil hari ini, Yesus menegur orang banyak yang mengerumuni-Nya. Mereka menghendaki tanda—sesuatu...