Kalau Sesat, Sendiri sajalah!

0
48

Merenungkan Sabda
Kamis, 23 Mei 2024
Pekan Biasa VII
(Yak.4:13-17, Mrk.9:38-40)

Ada baiknya kalau kita saling medukung, menopang dan menolong jika kita mengusahakan suatu kebaikan atau menodorong seseorang sukses. Tindakan tersebut adalah Tindakan mulia yang juga dianjurkan oleh Yesus. Tetapi yang sering terjadi orang saling bersokongkol dengan hal-hal yang tidak baik dan tidak benar. Untuk mendukung perbuatannya yang tidak baik, biasanya ia mengajak orang lain untuk mendukung hati dan tindakannya yang salah. Orang-orang yang seperti ini cerdik karena bisa membaca orang-orang yang lemah untuk dipengaruhi dan direcoki informasi-informasi yang tidak benar sehingga orang tersebut merasa informasi yang diterima sepihak itulah yang benar. Tindakan saling mempengaruhi untuk menyebarkan informasi yang salah (hoax) adalah tindakan yang menyesatkan. Tetapi orang yang hatinya jahat merasa hal itu adalah baik. Kalau mau sesat, sesatlah sendiri dan janganlah mengajak orang lain.

Yesus kembali menggunakan anak-anak kecil sebagai media pembelajaran bagi para murid. Yesus mengatakan, “Barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil yang percaya ini, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia dibuang ke dalam laut” (42). Berat hukumannya bagi mereka yang suka menyesatkan orang lain. Bisa dibayangkan batu kilangan harus diikatkan dileherhnya dan dibuang ke laut dan tenggelam bersama batu kilangan itu. Anak-anak kecil dapat dipahami secara harfiah sebagai anak-anak kecil yang percaya, namun bisa juga mengacu kepada orang-orang yang kecil imannya. Atau orang yang tidak memiliki pengetahuan yang cukup untuk satu hal dan kemudian dibohongi atau diberi informasi yang tidak benar.

Tentu Yesus mengharapkan dikalangnan para murid-Nya, jika seseorang yang kurang pengatahuan atau imannya belum cukup mendalam maka perlulah dituntun dan dibantu agar sungguh memiliki pengetahuan dan iman yang mendalam. Ia mengingatkan para murid agar kehidupan mereka tidak menjadi batu sandungan. Kepada orang-orang yang memiliki kecenderungan menyesatkan orang, Yesus mengatakan singkirkanlah batu yang membuatmu tersandung, singkirkanlah hal-hal yang membuat dirimu menjadi tersesat. Biasanya orang-orang yang membuat penyesatan bukan dari kalangan orang-orang yang jauh dari agama atau kafir, tetapi orang yang kelihatan saleh, baik, kelihatan manis, tetapi hatinya tidak sebaik apa yang tampak.

Permintaan Yesus kepada para murid kala itu dan juga kepada kita pada hari ini adalah segala hal yang membuat kita terjatuh ke dalam dosa perlu disingkirkan, teristimewa menyesatkan sesama kita. Egoisme, kecenderungan menerapkan harga diri pada diri dan kelompoknya sehingga merasa unggul, mengagungkan prestasi rohani, dan kecongkakan diri haruslah disingkirkan. Kalau kita tidak mau kebaikan, janganlah ajak orang lain untuk seperti kita. Panggilan hidup seorang pengikut Kristus adalah menjadi garam dan terang bagi orang lain. Amin.

AMDG. Pst. Y.A.
St. Ignatius, Manado

Beri Komentar

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda di sini