Kasih Ibu

Published on

spot_img

Merenungkan Sabda
Senin, 20 Pebruari 2024
PW Sta. Maria Bunda Gereja
(Kis.1:12-14, Yoh.19:25-34)

Percakapan yang kita dengarkan dalam Injil tadi demikian mengharukan. Menjelang ajal-Nya di kayu salib, Yesus menyerahkan para murid kepada Bunda-Nya, “Ibu, inilah, anakmu!” sekaligus menyerahkan Bunda-Nya kepada para murid, “Inilah ibumu!” (Yoh 19:26-27). Seruan ini nampak sederhana, tetapi memiliki arti dan tujuan yang mendalam. Tiada kasih yang pantas yang menyertai para Murid Yesus selain kasih seorang ibu, dan ibu itu adalah Bunda Maria. Maka saat ajalnya sudah tiba, Yesus menyerahkan para murid-Nya dan juga para pengikut-Nya kepada Bunda Maria. Dan sebaliknya, Yesus mengingatkan kepada Para Murid agar jangan berpaling dan jauh dari Kasih seorang Bunda, yakni Ibunya, Maria.

Yohanes mewakili kita semua, gereja yang sedang berziarah. Kita diserahkan kepada Maria sebagai ibu kaum beriman. Maria sampai sekarang pun masih tetap menemani kita dalam peziarahan menuju rumah Bapa. Jika Hawa jatuh dalam dosa, hawa yang baru, yakni Maria menolong kita menuju kepada keselamatan bersama Putranya, yakni Yesus Kistus. Kita pantas bersyukur mempunyai ibu seperti Maria. Dialah teladan kesetiaan iman dan kepadanya kita boleh meminta pertolongan. Lihat, menjelang Pentakosat, bagaiman peran bunda Maria yang dikisahkan dalam Kisah para Rasul, para murid berkumpul sehati dan sejiwa. Mereka bertekun dalam doa bersama Maria, Ibu Yesus (Kis 1: 14).

Bunda Maria telah berperan dalam sejarah penyelamatan Allah dan tetap berperan sampai saat ini. Untuk itulah penghormatan kepada Bunda Maria demikian luas dan merasuka seluruh umat beriman. KehadiranNya dirasakan begitu dekat di dalam hati setiap orang Katolik. Peran Bunda Maria sungguh dirasakan setiap umat Katolik yang memohon bantuan doa Maria. Orang dewasa bahkan anak-anak pun mersakan kedekatan dengan Bunda Maria. Devosi untuk menghormati dan berdoa kepada Bunda Maria demikian sederhana sehingga bisa dibuat oleh semua kalangan: anak-anak sampai orang dewasa bahkan sampai oma dan opa. Kita juga sering mendengar ucapan Syukur umat beriman yang merasakan pertolongan Bunda Maria karena doa permohonan mereka dikabulkan. Maka tidak heran devosi umat kepada Bunda Maria hidup dan popular. Sebagai Bunda Gereja, Ia menyertai anak-anaknya mengarungi zaman, mengabulkan doa-doa dan permohonan anak-anak-Nya. Itulah Kasih seorang Ibu untuk anak-anaknya yang disatukan dalam Gereja Putra-Nya.

Tentu ini suatu kebanggaan dan keistimewaan iman Gereja Katolik. Adakah yang lain mengakui keberadaan Bunda Maria? PeranNya yang luar biasa untuk diabaikan dan tidak memiliki arti utk gereja yang lain, sementara iman kita menjujung tinggi Peran Bunda Maria dalam Sejarah Keselamatan. Tetapi heran bayak umat katolik yang suka mencari persekutuan umat atau gereja lain yang bahkan mengabaikan dan tidak menghormati Bunda Maria. Padahal iman kita kaya akan ajaran iman, teristimewa penghormatan kita kepada Bunda Maria Sebagai Bunda Allah dan Bunda Gereja. Kita berdoa, Bunda Maria, tolonglah kami untuk menghayati iman kami yang secara utuh dan benar. Amin.

AMDG. Pst. Y.A.
St. Ignatius, Manado

KONTEN POPULER

Latest articles

Sambut BKSN 2026, Umat Katolik Diajak Mendalami Sosok Yesus Sang Guru Lewat Injil Matius

Manado – Memasuki bulan September, seluruh umat Katolik di Indonesia kembali merayakan Bulan Kitab...

Pastor Paroki Tataaran kunjungi WR. Malaikat Agung Gabriel, Perkuat Persatuan dan Kebersamaan Umat

Pastor Ray Lolowang bersama umat WR. Mailaikat Agung Gabriel

Wilayah Rohani Sta Verena Juarai Lomba Tenis Meja Paroki BTC – GPI

Pesta pelindung Paroki Bunda Teresa Calcutta - Griya Paniki Indah (BTC-GPI) diramaikan dengan Lomba...

Wilayah Rohani Sta Lidwina Jawarah Lomba Catur Paroki BTC – GPI

Wilayah Rohani St Lidwina berhasil menjuarai Lomba Catur antar Wilayah Rohani setelah menaklukan Wilayah...

More like this

Mengandalkan Rahmat Tuhan di Tengah Kelemahan, Pesan Pastor Jacob Adilang dalam Misa Pagi di Guaan

GUAAN, BOLTIM – Sebelum bertolak menuju Kota Manado usai mengikuti rangkaian Konferensi VIII dan...

Berdoalah dengan Hati, Bukan dengan Banyak Kata

"Karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu meminta kepada-Nya." (Matius 6:8) Dalam kehidupan...

Bacaan Injil dan Refleksi, 28 Maret 2026

Banyak di antara orang-orang Yahudi yang datang melawat Maria dan yang menyaksikan sendiri apa...