Renungan, Rabu 8 November: Belajar Melepas

0
718
salib
Cintailah Salib Kehidupanmu

Rabu Pekan Biasa XXXI

Bacaan 1 : Rom 13:8-10, Mazmur : Mzm 112:1-2.4-5.9; Injil : Luk 14:25-33

Bacaan Pertama: Rom 13:8-10: Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma:

Saudara-saudara, Janganlah berhutang sesuatu kepada siapa pun, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi. Sebab barangsiapa mengasihi sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat. Karena firman berikut ini: Jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengingini, serta segala firman lain mana pun juga sudah tersimpul dalam firman ini:  ‘Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.’ Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia. Karena itu kasih itu kegenapan hukum Taurat.

Demikianlah sabda Tuhan.

Mzm 112:1-2.4-5.9 R:5a: Orang baik menaruh belaskasihan dan memberi pinjaman.

*Berbahagialah orang yang takwa pada Tuhan, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya. Anak cucunya akan perkasa di bumi; keturunan orang benar akan diberkati.

*Bagi orang benar ia bercahaya laksana lampu di dalam gelap, ia pengasih dan penyayang serta berlaku adil. Orang baik menaruh belas kasihan dan memberi pinjaman, ia melakukan segala urusan dengan semestinya.

*Ia murah hati, orang miskin diberinya derma; kebajikannya tetap untuk selama-lamanya, tanduknya meninggi dalam kemuliaan.

Bait Pengantar Injil: 1Ptr 4:14 “Berbahagialah kalian, jika dinista karena nama Kristus,  sebab Roh Allah ada padam”.

salib
Pikullah Salibmu dan ikut Yesus

Bacaan Injil: Luk 14:25-33: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:

Pada suatu ketika orang berduyun-duyun mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya. Sambil berpaling Yesus berkata kepada mereka, “Jika seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudarinya, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. Barangsiapa tidak memanggul salibnya dan mengikuti Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. Sebab siapakah di antaramu, yang mau membangun sebuah menara, tidak duduk membuat anggaran belanja dahulu, apakah uangnya cukup untuk menyelesaikan pekerjaan itu? Jangan-jangan sesudah meletakkan dasar, ia tidak dapat menyelesaikannya. Lalu semua orang yang melihat itu akan mengejek dengan berkata,  ‘Orang itu mulai membangun, tetapi tidak dapat menyelesaikannya.’

Atau raja manakah yang hendak berperang melawan raja lain, tidak duduk mempertimbangkan dulu apakah dengan sepuluh ribu orang ia dapat melawan musuh yang datang menyerang dengan dua puluh ribu orang? Jika tidak dapat, ia akan mengirim utusan selama musuh masih jauh untuk menanyakan syarat-syarat perdamaian.

Demikianlah setiap orang di antaramu  yang tidak melepaskan diri dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku.”

Demikianlah Injil Tuhan.

salib1
Salib yang menolong

Renungan: Belajar Melepas

Saudaraku, Injil hari ini, Yesus dan para murid sedang menikmati hasil pekerjaan mereka. Orang banyak berduyun-duyun datang mengikuti. Luar biasa! Promosi acara ini sukses besar. Meski tanpa iklan radio atau televisi, tanpa pemberitaan online, karena semua itu belum ada, tetapi banyak yang dibuat penasaran dengan tokoh Yesus. Mereka ingin sekali melihat Yesus membuat mujizat, mereka ingin sekali menjadi bagian dari tokoh Yesus yang hebat, mulia dan jaya.

Berhadapan dengan realitas ini, Yesuspun tidak meninabobokan mereka dengan kisah sukses dan mengajak orang-orang yang berduyun-duyun datang ini masuk dalam kepopuleran dan “branding”nya. Melainkan langsung “menohok” mereka pada sisi motivasi. Mungkin kalau kita ungkapkan dalam gaya Bahasa lain, kira-kira Yesus berkata pada orang-orang itu “Hai, kamu yang sudah datang, terima kasih, luar biasa tanggapan anda atas kehadiranku, terima kasih sudah rela berlelah-lelah ikut-ikut aku, tetapi apa sebenarnya yang kalian cari? Anda ingin lihat mujizat? Anda ingin ikut terkenal? Anda ingin sukacita? Aha…benar…ya kalian benar, untuk itulah Aku datang, tetapi apa anda semua siap menderita? Siap pikul salib? Siap benar-benar fokus hanya kepadaKu?, jangan pikir ikut Aku itu sederhana dan senang-senang saja? Tidak saudaraku! Engkau harus panggul salibMu tiap hari. Itulah syarat menjadi pengikutKu”.

Saudaraku terkasih, kitapun masuk dalam rombongan orang yang berduyun-duyun datang menemui Yesus. Hari ini Yesus berbicara kepada kita masing-masing tentang Motivasi. Apakah motivasi kita tulus atau bulus? Apakah kita siap memberi diri dan fokus pada Tuhan? Atau kita ingin “yang enak-enak”saja dan tidak bersedia pikul salib masing-masing? Ingat kata-kata Yesus, Syarat menjadi muridNya adalah bersedia pikul salib sama seperti yang sudah dicontohkan Yesus sendiri.

Marilah Saudaraku kita bangun motivasi tulus dan benar dengan belajar melepaskan diri dari segala keterikatan dengan popularitas dan  kekayaan. Hendaklah kita menjadikan semua yang kita miliki sebagai sarana ikut Yesus, bukan penghalang karena kita justru tidak jadi orang merdeka di hadapan popularitas dan kekayaan.

Pst. Steven Lalu

 

Dengarkan versi audio dari renungan harian ini di website Radio Montini pada link gambar berikut ini:

 

Beri Komentar

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda di sini