Renungan Sabtu 11 November: Setia Pada Perkara Kecil

0
468

PW S. Martinus, Uskup; Sabtu Pekan Biasa XXXI

Bacaan 1 : Rom 16:3-9.16.22-27
Mazmur : Mzm 145:2-5.10-11
Injil : Luk 16:9-15

Bacaan Pertama
Rom 16:3-9.16.22-27

Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma:

Saudara-saudara, sampaikan salamku kepada Priskila dan Akwila, teman-teman sekerjaku dalam Kristus Yesus.
Mereka telah mempertaruhkan nyawanya untuk hidupku. Kepada mereka bukan aku saja yang berterima kasih, tetapi juga semua jemaat bukan Yahudi. Salam juga kepada jemaat di rumah mereka.

Salam kepada Epenetus, saudara yang kukasihi, dialah buah pertama dari daerah Asia untuk Kristus.
Salam kepada Maria, yang telah bekerja keras untuk kalian.
Salam kepada Andronikus dan Yunias, saudara-saudaraku sebangsa,
yang pernah dipenjarakan bersama-sama dengan daku; mereka itu orang-orang terpandang di antara para rasul
dan yang telah menjadi Kristen sebelum aku.

Salam kepada Ampliatus yang kukasihi dalam Tuhan. Salam kepada Urbanus, teman sekerja kami dalam Kristus,
dan salam kepada Stakhis, yang kukasihi.
Hendaklah kalian saling memberi salam dengan cium kudus. Salam kepada kalian dari semua jemaat Kristus.
Salam dalam Tuhan dari Tertius, yaitu aku yang menulis surat ini. Salam bagi kalian dari Gayus yang memberi tumpangan kepadaku, dan bagi seluruh jemaat.
Salam kepada kalian dari Erastus, bendahara negeri, dan dari Kwartus, saudara kita. [Kasih karunia Yesus Kristus, Tuhan kita, menyertai kalian semua. Amin.

Allah berkuasa menguatkan kalian
menurut Injil yang kumaklumkan
dan pewartaan tentang Yesus Kristus,
yang isinya ialah pernyataan yang berabad-abad lamanya tersembunyi, tapi kini dinyatakan, yang menurut perintah Allah yang abadi telah diberitakan oleh kitab-kitab para nabi kepada segala bangsa untuk membimbing mereka kepada ketaatan iman.
Bagi Dia, satu-satunya Allah yang penuh hikmat itu segala kemuliaan sampai selama-lamanya, oleh Yesus Kristus. Amin!

Demikianlah sabda Tuhan.

Mzm 145:2-5.10-11
R:1b: Aku hendak memuji nama-Mu untuk selama-lamanya, ya Allah Rajaku.

*Setiap hari aku hendak memuji Engkau,
dan memuliakan nama-Mu untuk selama-lamanya. Besarlah Tuhan, dan sangat terpuji, kebesaran-Nya tidak terselami.

*Angkatan demi angkatan akan memegahkan karya-karya-Mu,
dan akan memberitakan keperkasaan-Mu.
Semarak kemuliaan-Mu yang agung akan kukidungkan, dan karya-karya-Mu yang ajaib akan kunyanyikan.

*Segala yang Kaujadikan akan bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan,  dan orang-orang yang Kaukasihi akan memuji Engkau. Mereka akan mengumumkan kemuliaan kerajaan-Mu, dan akan membicarakan keperkasaan-Mu.

Bait Pengantar Injil
2Kor 8:9:Yesus Kristus tealh menjadi miskin, meskipun Ia kaya, agar kalian menjadi kaya berkat kemiskinan-Nya.

Bacaan Injil
Luk 16:9-15

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya,
“Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur,
supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kalian diterima di dalam kemah abadi.”
Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.
Jadi jika kalian tidak setia mengurus mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan harta sejati kepadamu?
Seorang hamba tidak mungkin mengabdi kepada dua tuan.
Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain;
atau ia akan setia kepada yang seorang,
dan tidak mengindahkan yang lain.
Kalian tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.”

Semuanya itu didengar oleh orang-orang Farisi, hamba-hamba uang itu,
dan mereka mencemoohkan Yesus.
Maka Yesus berkata kepada mereka,
“Kalian membenarkan diri di hadapan orang,
tetapi Allah mengetahui hatimu.
Sebab apa yang dikagumi manusia, dibenci oleh Allah.”

Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan: Setia Pada Perkara Kecil

“Barangsiapa setia terhadap perkara-perkara kecil, ia akan setia terhadap perkara-perkara besar.” Demikianlah kata-kata Yesus dalam Injil hari ini. Kecenderungan orang untuk tidak menginginkan atau mencintai “yang kecil dan sederhana” memang besar. Mereka lebih kagum terhadap apa yang besar dan mencengangkan, entah itu bangunan, pangkat, jabatan, gaji dan kepunyaan. Tetapi apakah mereka mengasihi dan merawat serta menjaga “yang besar” masih menjadi tanda tanya besar. Terkadang orang sudah memiliki yang besar tetapi ia membiarkannya. Ia tidak mengurusnya sampai rusak atau membusuk.
Dalam kehidupan manusia siapapun dia, yang dibutuhkan adalah apa-apa atau hal-hal kecil dan sederhana, bukan yang besar dan berbelit-belit apalagi yang tidak teratur.

Karena itu, santapan sabda hari ini mengajak kita untuk setia dalam perkara-perkara kecil, agar dapat setia pada perkara-perkara besar. Saat kita memberikan perhatian terhadap yang kecil dan sederana, maka pada saat yang sama kita juga memperhatikan dan mengasihi mereka yang disebut kecil, yang miskin, tidak punya kedudukan dan secara sosial diasingkan.

Sikap yang dapat dibangun untuk memperhatikan yang kecil ini, kita harus datang sambil itu melihat dengan cermat kenyataan-kenyataan konkret yang ada: apa yang dilakukan atau dikerjakan dan dirasakan oleh mereka yang kecil tersebut. Sedapat mungkin dibangun solider dan cinta terhadap mereka. Lebih jauh lagi aktivitas karitatif diberikan kepada mereka.

Marilah kita memperhhatikan perkara atau hal-hal kecil dalam diri kita sendiri maupun yang menjadi tanggungjawab kita. Jika kita tidak dapat mengatur diri sendiri, bagaimana mungkin kita dapat mengatur ‘yang lebih besar’ yang ada diluar diri kita.

Setia terhadap hal-hal kecil pada saat yang sama mengajak kita memperhatikan diri kita dan memberikan cinta kepada yang membutuhkan.

Penulis Renungan
Pst. Melky Malingkas, pr

 

 

Beri Komentar

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda di sini