BerandaRenunganTindakan Baim dari Hati Yang Baik.

Tindakan Baim dari Hati Yang Baik.

Published on

spot_img

Merenungkan Sabda
Sabtu, 08 Juni 2024
PW. Hati Tersuci Maria
(Yes. 61:9-11, Luk.2:41-51)

Kalau kemarin kita merayakan Hati Yesus yang maha Kudus, maka hari ini kita merayaan Hati Tersuci Sta. Perawan Maria. Hati Anak menggambarkan pula hati Ibunya. Kalau Yesus memiliki hati yang suci maka sumbernya pasti juga dari Ibunya. Ada keterkaitan penuh kasih antara Hati Kudus Yesus dan Hati tersuci Maria.

Yesus memiliki Hati Yang Maha Kudus, karena selalu tergerak hati oleh belas Kasihan; membantu dan membela yang kecil, menyembuhkan yang sakit, mengusir roh jahat dan demi cintanya kepada manusia Ia rela mengorbankan hidupNya. Suatu bukti cinta yang tak terbantahkan, jalan pengorbanan. Bunda Maria tahu bahwa Ia telah menjadi bagian dalam karya perutusan Yesus. Konsekwensi menjadi Maria Sebagai Ibu Tuhan adalah turut serta dalam jalan Putranya, yakni jalan penderitaan pula. Kata Simeon kepada Maria bahwa sebilah pedang akan menembusi jiwamu. Nubuat ini bukan sekedar kata-kata kosong tetapi sungguh menjadi kenyataan. Seperti Yesus Ia taan kepada Allah meskipun harus menanggung malu: mengandung sebelum mempunyai seorang suami. Ia juga memiliki hati yang peka dan peduli: Elisabeth saudarinya dikunjunginya, keluarga di Kanna yang kehabisan anggur dalam persat perkawinan dibantunya. Hati yang Peka dan tergerak untuk membantu. Bunda Maria pun juga mengalami penderitaan bersama Putranya: bagaimana perasaan soerang ibu menyaksikan Putranya harus diadili, disiksa, dijatuhi hukuman mati. Dia akhirnya memangku Jenazah Yesus putraNya. Hati seorarng ibu siapa yang tak tersakiti? Tapi Bunda Maria dapat menanggung beban itu karena memiliki hati yang tabah, kuat dan sungguh berpasrah kepada Tuhan.

Menghadapi peristiwa-peristiwa hidup, Maria punya tips yang bagus seperti yang dikatakan dalam Injil hari ini. Maria selalu menyimpan semua perkara itu dalam hatiNya. Seperti kita tahu Hati adalah pusat hidup manusia. Di dalam hati seseorang mengelolah semua hal yang diamali atau semua perkara hidup. Entahkah perkara yang menggemberikan, membambahagiakan atau bisa juga perkara yang menyedihkan, menjengkelkan, merisaukan, dan perasaan lainnya. Di dalam hati perkara-perkara ini diolah dan kemudian memunculkan suatu respon dalam tindakan. Orang yang hatinya baik, murni dan suci, apapun situasi hidupnya akan memberikan respon tindakan yang baik dan tenang. Tetapi jika seseorang tidak memiliki hati yang baik, maka dia akan merespon peristiwa hidup yang sulit dengan panik dan bahkan cenderung kacau. Misalnya seseorang akan mudah marah, stress, dendam, bermusuhan dengan orang lain. Hal itu dikarenakan hati tidak mampu mengolalah peristiwa hidup dengan baik. Tetapi jika hati bisa mengelolah peristiwa hidup yang dialami meskipun memiluhkan, maka seseorang akan bisa hidup tenang, damai, suka mengampuni dan berusaha selalu berdamai dengan keadaan. Itulah respon hidup dari keadaan hati yang baik, bersih dan suci. Bunda Maria memiliki hati yang suci sehingga bisa memberi respon positif terhadap seluruh peristiwa hidup yang dialaminya. Keadaan hati yang baik terlihat ketika kita merespon secara baik keadaan hidup kita. Bunda Maria jadikanlah hati kami seperti hati-Mu. Amin.

AMDG. Pst. Y.Alo.
St. Ignatius, Manado

KONTEN POPULER

Latest articles

Bimas Katolik Kanwil Kemenag Sulut Hadirkan Gereja Ramah Pemudik di Paroki St. Andreas Lolak

Gereja Ramah Pemudik Hadir di Gereja Katolik Paroki Santo Andreas, Lolak Lolak – Dalam rangka...

Paus Leo XIV Ajak Dunia Hentikan Perang dan Buka Jalan Dialog

VATIKAN – Paus Leo XIV menyampaikan keprihatinan mendalam atas situasi konflik yang terus memanas...

Pesan Paus Leo XIV untuk Hari Komunikasi Sosial Sedunia 2026: “Menjaga Suara dan Wajah Manusia”

VATIKAN – Pope Leo XIV menetapkan tema Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-60 tahun 2026...

Paus Leo XIV: Perdamaian Terwujud Ketika Manusia Bersatu dalam Kasih

Paus Leo menegaskan bahwa ancaman perang hanya dapat diatasi ketika manusia mampu bersatu dalam...

More like this

Renungan 26 Februari 2026; Mengetok Pintu Kasih Allah

Masa Prapaskah adalah waktu rahmat ketika Gereja mengajak kita kembali kepada Allah dengan hati...

Renungan 25 Februari 2026; Jangan Menuntut Tanda, Tetapi Bertobatlah

Lukas 11:29-32 Dalam Injil hari ini, Yesus menegur orang banyak yang mengerumuni-Nya. Mereka menghendaki tanda—sesuatu...

Renungan 24 Februari 2026; Doa yang Memurnikan Hati

Masa Prapaskah adalah waktu rahmat, saat Gereja mengajak kita berhenti sejenak, masuk ke keheningan...