BerandaRenunganYang Buta Menuntun Yang Melihat

Yang Buta Menuntun Yang Melihat

Published on

spot_img

Merenungkan Sabda
Kamis, 30 Mei 2024
Pekan Biasa VIII
(1 Ptr.2-5.9-12, Mrk.10:46-52)

Biasanya orang buta akan selalu mendapat tuntunan dari orang yang melihat atau sehat secara fisik. Bartimeus yang dicertakan hari ini rupanya orang buta yang bukan sembarang buta. Sama seperti kita temukan dalam pengalaman-pengalaman hidup kita. Banyak kita temukan orang cacat secara fisik, tetapi Tuhan mengaruniakan mereka talenta yang luar biasa. Dengan insting dan hati mereka yang peka, mereka dapat melakukan hal-hal yang luar biasa. Bartimeus satu di antara mereka.

Apa yang dapat kita teladani dari Bartimeus? Pertama, Bartimeus tidak terkukungkan dan terpengaruh dengan lingkungannya. Pada waktu orang banyak itu menegor dia, mungkin merendahkan pekerjaannya, atau menghina kebutaannya, bisa saja dia kembali duduk dan meminta-minta. Namun dia memilih untuk tidak mendengar perkataan yang tidak membangun disekitarnya, berani untuk percaya walaupun keadaan lingkungannya tidak mendukung. Menutup telinga terhadap perkataan orang yang tidak membangun, menghina dan merendahkan adalah keputusan yang dapat kita ambil jika kita ingin bertumbuh lebih lagi dalam Yesus Kristus. Bartimeus tidak peduli dengan kata orang tentang dirinya. Dia terus berteriak dan berusaha. Dia menang. Tuhan mendengar seruannya.

Kedua, Bartimeus cacat fisik namun dia tidak cacat mental. Apa yang terjadi jika ternyata Bartimeus juga memiliki cacat mental, dia tidak akan pernah dan tidak akan mungkin mendapat kesembuhan. Dia akan selalu menganggap dirinya adalah sebuah kesialan dan apa yang terjadi pada fisiknya adalah suatu takdir kehidupan. Ada berapa banyak diantara kita yang selalu saja melihat kelemahan tubuh dan selalu membanding-bandingkan bentuk tubuh kita dengan orang lain sehingga membuat kita tidak pernah maju dan mencapai puncak keberhasilan yang maksimal. Mensyukuri apa yang Tuhan berikan dalam diri kita dan mau untuk berubah adalah kunci keberhasilan di hidup ini.

Ketiga, Bartimeus menanggalkan Jubahnya dan mendapatkan Yesus. Pakaian atau Jubah disimbolkan sebagai keadaan hati. Berganti baju atau menanggalkan pakaian berarti meninggalkan manusia lama dan menjadi manusia baru. Ketika hendak berjumpa dengan Yesus, Bartimeus menanggalkan jubahnya. Artinya Bartimeus ingin meninggalkan manusia lama dan menjadi manusia yang baru. Bartimeus bersedia menanggalkan jubahnya yang lama dan menerima jubah keselamatan yang baru dari Yesus. Tidak akan terjadi mujizat dalam hidup kita, jika kita masih nyaman manggunakan manusia yang lama; pola pikir, sikap, tingka laku dan kebiasaan lama kita. Perlu kesediaan dan keterbukaan hati menerima hidup baru. Bartimeus menemukannya dalam diri Yesus: “imanmu telah menyelamatkan engaku.”

Semoga Kita yang tidak buta, tidak buta hati pula. semoga kita mau selalu memebaharui diri kita. Amin.

AMDG. Pst.Y.A.
St. Ignatius, Manado

KONTEN POPULER

Latest articles

Pastor Jacob Adilang: Kita Tidak Hidup Sendiri, Kita Hidup dalam Komunitas

TAHUNA — Umat Katolik diajak untuk tidak bersikap acuh terhadap sesama, melainkan berani menegur...

Sambut BKSN 2026, Umat Katolik Diajak Mendalami Sosok Yesus Sang Guru Lewat Injil Matius

Manado – Memasuki bulan September, seluruh umat Katolik di Indonesia kembali merayakan Bulan Kitab...

Pastor Paroki Tataaran kunjungi WR. Malaikat Agung Gabriel, Perkuat Persatuan dan Kebersamaan Umat

Pastor Ray Lolowang bersama umat WR. Mailaikat Agung Gabriel

Wilayah Rohani Sta Verena Juarai Lomba Tenis Meja Paroki BTC – GPI

Pesta pelindung Paroki Bunda Teresa Calcutta - Griya Paniki Indah (BTC-GPI) diramaikan dengan Lomba...

More like this

Mengandalkan Rahmat Tuhan di Tengah Kelemahan, Pesan Pastor Jacob Adilang dalam Misa Pagi di Guaan

GUAAN, BOLTIM – Sebelum bertolak menuju Kota Manado usai mengikuti rangkaian Konferensi VIII dan...

Berdoalah dengan Hati, Bukan dengan Banyak Kata

"Karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu meminta kepada-Nya." (Matius 6:8) Dalam kehidupan...

Bacaan Injil dan Refleksi, 28 Maret 2026

Banyak di antara orang-orang Yahudi yang datang melawat Maria dan yang menyaksikan sendiri apa...